Uncategorized

Mekanisme Sertifikasi Benih Tanaman Pangan Menurut Kepmen

05 Desember 2018

Benih berkualitas atau Benih Bina adalah kunci penting untuk sampai kesuksesan dalam usaha budidaya tanaman pangan. Mengingat utamanya makna benih karena itu dibutuhkan usaha untuk tingkatkan produksi, melakukan perbaikan kualitas, melakukan perbaikan distribusi, tingkatkan pengawasan peredaran serta tingkatkan pemakaian benih bina. Salah satunya usaha dalam jamin tersedianya benih bina tanaman pangan ialah lewat pekerjaan sertifikasi benih.

A. Pemahaman Sertifikasi Benih, Sertifikat Benih serta Benih Bina

Sertifikasi Benih ialah rangkaian kontrol serta/atau pengujian dalam rencana penerbitan sertifikat benih.

Sertifikat Benih ialah info mengenai pemenuhan/sudah penuhi kriteria kualitas yang diberi oleh instansi serifikasi pada barisan benih yang disertifikasi.

Benih Bina ialah Benih dari varietas unggul tanaman pangan serta tanaman hijauan pakan ternak yang sudah dilepaskan, yang produksi serta peredarannya dipantau.

B. Pelaksana Sertifikasi

Sertifikasi benih tanaman pangan diadakan oleh UPTD/UPTPSB Propinsi Kalimantan barat atas permintaan yang diserahkan oleh produsen benih yang sudah tercatat atau mendapatkan referensi jadi produsen benih serta belum mengaplikasikan skema manajemen kualitas, atau diadakan oleh produsen benih tanaman pangan yang telah mendapatkan sertifikat skema manajemen kualitas dari Instansi Sertifikasi Skema Kualitas (LSSM) yang terakreditasi oleh instansi legalisasi sesuai dengan ruangan cakupan di bagian pertanian.

Mekanisme sertifikasi benih bisa dikerjakan lewat :

Sertifikasi Benih Baku tipe tanamannya ialah Benih Bina tanaman padi, jagung, serealia lain, bermacam kacang serta bermacam umbi.

Sertifikasi Benih lewat Pemurnian Varietas tipe tanamannya Benih Bina tanaman bermacam kacang serta bermacam umbi.

Sertifikasi Benih Varietas Lokal tipe tanamannya varietas lokal tanaman pangan.

C. Sertifikasi Benih Tanaman Pangan lewat Mekanisme Baku

Permintaan Sertifikasi Tanaman Pangan lewat UPTD/UPTPSBH Propinsi Kalimantan barat

  • Permintaan sertifikasi benih tanaman pangan diserahkan pada UPTD paling lamban sebelum tanam dengan menyertakan cap benih sumber sesuai jumlahnya benih sumber yang akan ditanam serta peta lapangan, dengam memakai formulir 1.
  • Luas satu unit sertifikasi benih tanaman pangan optimal 10 ha.
  • Untuk pertanaman tumpang sari bisa dikerjakan jika luas area pertanamannya lebih dari 50%.
  • Satu unit area sertifikasi benih tanaman pangan :

Adalah bentangan yang memiliki batas yang pasti, bisa terbagi dalam beberapa petak atau area yang terpisah dengan jarak tidak kurang dari 10 m serta tidak dipisah oleh varietas lain.

Diserahkan untuk satu varietas serta satu kelas benih, dengan batasan waktu tanam optimal 5 hari untuk semua area pertanaman yang disertifikasi.

  1. Kontrol Kebenaran Benih Sumber, Lapangan serta Pertanaman, Isolasi Tanaman serta Alat Panen
  • Kontrol Lapangan Pendahuluan lewat :

Kebenaran dokumen sebelum tanam s/d tanam (data, cap,jumlahnya benih sumber).

Keadaan tempat (isolasi serta riwayat lapangan).

Kebenaran batas-batas area (sesuai dengan peta).

Kebenaran varietas, benih sumber serta kelas benih.

Gagasan penanaman (varietas, tanggal tebar, tanggal tanam, kelas benih, luas area).

Hasil kontrol lapangan disampaikan memakai formulir 2.

  • Kontrol pertanaman

Penerapan kontrol pertanaman :

Mengecek dokumen awalnya.

Tahu isolasi jarak serta waktu (spesial tanaman menyerbuk silang).

Tentukan sampel penilaian (memutuskan dengan acak sampel hingga sebagai wakil semua pertanaman, bukan tanaman tepi).

Membuat peta lapangan untuk tentukan titik sampel

Tahu kondisi pertanaman (1/3 tanaman rebah area bisa tidak diterima, jika rebah mengelompok bisa dikerjakan kontrol tersisa area yang tidak rebah, bebas gulma).

Langkah tentukan sampel/contoh benih :

Area pertanaman dengan luas s/d 2 ha, dibutuhkan minimal 4 sampel kontrol.

Jumlahnya sampel kontrol

Luas Tempat (ha)

Hitung jumlahnya kombinasi varietas lain (CVL) serta type simpang serta dikatakan dalam % dengan rumus :

Σ CVL serta Type Simpang 1

——— x —— x 100%

Jika pada kontrol tidak penuhi kriteria kualitas, bisa dikerjakan kontrol lagi sekitar 1 kali berdasar keinginan produsen benih.

Berdasar keinginan dari produsen benih jika kontrol tidak penuhi ketentuan kualitas karena itu bisa dikatakan lulus untuk kelas yang lebih rendah (selama masih penuhi standard kelas benih itu).

Laporan kontrol pertanaman dibikin Pengawas Benih Tanaman serta dikatakan pada produsen paling lamban 5 hari kerja sesudah kontrol.

Penilaian pada hama, penyakit serta gulma.

Kontrol alat panen serta pemrosesan dan area untuk menyimpan tidak tercampur varietas lain.

Penentuan barisan Benih Tanaman Pangan :

  • Benih diletakkan pada wadah serta memiliki peluang yang sama untuk diambil sampelnya.
  • Penentuan satu barisan benih berdasar identitasnya (tipe, varietas, nomor induk lapangan) benih bisa datang dari penyatuan dua atau beberapa unit sertifikasi tidak sama dengan tanggal panen tidak kurang dari 5 hari.
  • Semua wadah dari tiap barisan harus diatur tertentu serta tidak tercampur dengan benih yang lain.
  • Produsen harus memberikan jati diri barisan benih : nomor induk, nomor barisan benih, varietas, kelas benih, tanggal panen, jumlahnya wadah, volume benih.
  • Barisan Benih yang identitasnya menyangsikan proses sertifikasinya tidak diteruskan.
  • Jika kelompok-kelompok benih tanaman pangan dari varietas yang sama digabung jadi satu barisan benih, pencampurannya harus homogen.
  • Pencampuran barisan benih tanaman pangan dari varietas yang sama tetapi datang dari kelas benih yang tidak sama karena itu barisan benih itu jadikan kelas benih yang rendah.

Pemungutan Contoh serta Pengujian /Analisa Kualitas Benih di Laboratorium

Produsen Benih tanaman pangan ajukan permintaan pengujian/analisa kualitas benih pada UPTD/UPTPSB Kalimantan barat.

Contoh benih untuk pengujian/analisa kualitas benih di laboratorium diambil dari barisan benih yang riwayat pembentukan kelompoknya jelas serta seragam kualitasnya.

Volume satu barisan benih untuk semasing tipe tanaman tidak kurang dari ketetapan yang berlaku.

Contoh benih diambil oleh petugas pengambil contoh benih yang kompeten, dari barisan benih yang sudah lulus kontrol lapangan akhir, usai diproses serta memiliki jati diri yang pasti

Pengujian/analisa kualitas benih mencakup : Penentuan Kandungan Air, Analisa Kemurnian serta Pengujian Daya Berkecambah.

Tata cara pemungutan contoh benih, jumlahnya atau berat contoh, alat pemungutan contoh benih, serta pengujian/analisa kualitas benih di laboratorium merujuk pada ISTA Rules.

Pemungutan contoh benih ulangan dikerjakan jika :

  • Barisan benih tidak penuhi standard kualitas kemurnian fisik, tidak penuhi standard kualitas kandungan air serta standard kualitas daya berkecambah.
  • Hasil pengujian/analisa kualitas benih di laboratorium disampaikan dengan memakai formulir 5.
  1. Penerbitan Sertifikat Benih Tanaman Pangan

Benih tanaman pangan yang penuhi kriteria sertifikasi serta dikatakan lulus, diedarkan sertifikat Benih Tanaman Pangan.

Sertifikat diedarkan oleh UPTD

Sertifikat Benih Tanaman Pangan diantaranya berisi nama serta alamat produsen benih, data barisan benih, data kemurnian varietas serta kualitas benih, tanggal usai pengujian/analisa, serta waktu edar. Sertifikat Benih Tanaman pangan diedarkan memakai formulir 6.

  1. Pelabelan

Produsen benih ajukan keinginan nomor seri cap benih bersertifikat atau segel pada pelaksana

Cap serta atau segel harus dipasang pada masing-masing wadah benih yang gampang disaksikan.

Pengisian data cap berdasar sertifikat Benih Tanaman Pangan

Cap benih berupa biji atau umbi berisi : Nama serta alamat produsen benih, nomor seri cap, Tipe/Varietas, Kelas Benih, Nomor Lot, CVL, Benih Murni, Benih Tanaman Lain, Biji Gulma, Kotoran Benih, Daya Berkecambah, Kandungan Air, Isi Paket…Kg, Tanggal akhir waktu edar benih

Detail Cap :

  • Ukuran : lebar dengan panjang = 1 : (2-3)
  • Bentuk : sisi empat

Benih Sebar (BR), BR1, BR2, BR3, BR4: Biru

Pada cap harus memberikan BENIH BINA BERSERTIFIKAT serta Kelas Benih

Benih yang memiliki kandungan pestisida/bahan kimia yang lain dikasih info beberapa bahan yang dipakai serta sinyal JANGAN DIMAKAN ATAU DIBERIKAN PADA TERNAK.

  1. Ongkos Sertifikasi Benih Tanaman Pangan

Ongkos sertifikasi benih tanaman pangan berbentuk ongkos kontrol lapangan/pertanaman serta pengujian laboratorium, ditanggung pada produsen benih tanaman pangan dengan besaran ongkos sesuai ketentuan yang berlaku.

Pembayaran ongkos kontrol lapangan dikerjakan sesudah lulus verifikasi berkas permintaan sertifikasi, sedang pembayaran ongkos pengujian laboratorium dikerjakan waktu ajukan permintaan pemungutan sampel.

Rujukan :

Images : /search?q=GAMBAR+SERTIFIKASI+BENIH+PADI

Kota Pontianak

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*