Uncategorized

Cara Mengatasi Bronkiektasis yang Mengganggu

Batuk yang berdahak dan tidak kunjung sembuh walaupun telah diobati merupakan kondisi yang penting dan harus diperhatikan secara khusus. Terutama, bila gejala yang ada dirasa akan mengganggu misalnya mengi, nyeri sendi, sesak napas, dan berat badan yang turun, sampai dengan munculnya darah pada dahak. Kondisi ini bisa menjadi pertanda kamu mengalami bronkiektasis daan terdapat beberapa cara mengatasi bronkiektasis.

Penyakit bronkiektasis adalah penyakit dengan kondisi yang tidak bisa disepelekan. Karena, penyakit tersebut tidak dapat disembuhkan, dan cara mengatasi bronkiektasis tersebut membutuhkan perhatian khusus untuk mencegah kerusakan yang berkembang lebih lanjut. Selain itu, perawatan lengkap juga dibutuhkan agar dapat meningkatkan kualitas hidup dari pengidapnya.

medicalnewstoday.com

Langkah Pencegahan Bronkiektasis

Bronkiektasis pada umumnya terjadi karena infeksi saluran pernapasan. Cara mengatasi bronkiektasis dengan beberapa langkah berikut :

  • Mengurangi dan menghentikan kebiasaan merokok
  • Menghindari udara yang polusi, asap memasak, serta senyawa kimia yang berbahaya
  • Vaksinasi influenza, cacar, batuk rejan, khususnya saat masih anak-anak
  • Lakukan diagnosis bronkiektasis sejak dini, agar dapat mencegah perkembangan semakin lebih parah.

Kondisi ini akan membahayakan dan cukup penting untuk melakukan pemeriksaan dokter ketika batuk berdahak dan tidak kunjung membaik.

Penyebab Bronkiektasis

Keadaan tersebut dapat muncul karena kerusakan jaringan bronkus dan diperparah oleh infeksi. Infeksi bronkus pada penderita bronkiektasis dapat meningkatkan risiko infeksi pada paru-paru, dan kemudian akan melebar sehingga bronkus meradang.

Kedua hal tersebut adalah dua hal berkaitan dan berputar secara berulang, dan kerusakan pada bronkus dan paru-paru menjadi semakin parah. Bukan hanya itu, rusaknya bronkus dapat dipicu respons sistem imun yang sedang berusaha menghilangkan penyebab infeksi, misalnya bakteri dan virus. Kinerja dari sistem imun dapat menimbulkan reaksi dari peradangan yang umumnya akan berhenti sendiri, tanpa membuat kerusakan pada jaringan.

Pada bronkiektasis, reaksi peradangan menjadikan rusak secara permanen jaringan elastis serta jaringan otot bronkus. Kerusakan pada kedua jaringan akan menyebabkan pelebaran pada bronkus sehingga meningkatkan risiko terjadinya infeksi.

Beberapa penyakit yang membuat bronkus menjadi rusak secara permanen serta mengarah pada bronkiektasis, yakni :

  • Penyakit menyerang jaringan ikat yaitu rheumatoid arthritis, sindrom Sjogren, penyakit Crohn, kolitis ulseratif.
  • Penyakit akibat alergi terhadap jamur Aspergillus yang aktif mengeluarkan spora atau Aspergilosis bronkopulmoner alergika (ABPA). 
  • Cystic fibrosis.
  • Paru-paru obstruktif kronis (PPOK).
  • Infeksi paru sewaktu kecil.
  • Imunodefisiensi.
  • Aspirasi yang menjadi kondisi saat isi lambung masuk ke dalam paru-paru secara tidak sengaja.
  • Silia atau rambut halus yang mengalami kelainan dan berada di sekeliling saluran pernapasan.
  •  

Perawatan untuk Bronkiektasis

Cara mengatasi Bronkiektasis ini ditujukan dengan menjaga infeksi serta sekresi bronkial sehingga dapat dikendalikan. Perawatan tersebut menjadi penting agar dapat mencegah sumbatan pada saluran pernapasan serta meminimalisir paru paru menjadi rusak. Perawatan yang dilakukan adalah:

  • Antibiotik yang menjadi obat bronkiektasis dengan cara menghilangkan bakteri yang menginfeksi bronkus
  • Macrolides yaitu sejenis antibiotik tidak hanya membunuh jenis bakteri tapi juga mengurangi peradangan bronkus
  • Obat pengencer lendir diberikan menggunakan nebulizer, dan dicampur dengan hypertonic saline solution agar menjadi partikel kecil selanjutnya dihirup ke dalam paru-paru.
  • Perangkat pengencer lendir ini membantu Anda untuk menghembuskan udara menyebar pada bronkus, dan selanjutnya dapat menghancurkan lendir
  • Terapi oksigen
  • Rawat inap dalam penanganan eksaserbasi parah
  • Terapi operasi
  • Terapi kortikosteroid
  • Konsumsi suplemen makanan.

Sumber : https://www.halodoc.com/

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*